Sabtu, Januari 24, 2009

Sahabat, Persahabatan, dan Realisasinya

What’s a friend for…

Ditulis oleh bundakynan pada jan 19, '09 12:56 am
Http://bundakynan.multiply.com/journal/item/67/whats_a_friend_for_....




Sebagai mahluk sosial tentu kita tidak bisa hidup seorang diri di dunia ini. Selain keluarga dan pasangan hidup, tentu saja kita membutuhkan seorang teman atau sahabat untuk mengisi sisi lain kehidupan kita. Teman atau sahabat tentu lah tidak sama, sahabat tentu saja sudah otomatis menjadi teman kita, tapi seorang teman ... Belum tentu bisa kita jadikan seorang sahabat. Seorang sahabat tentunya mendapatkan perlakuan yang lebih dari kita daripada ke seorang teman.
Bunda sendiri sejak sekolah dasar, sudah mulai memahami apa itu sahabat apa itu teman. Dan herannya tidak bisa lebih dari dua orang, yang bunda bisa jadikan sahabat. Hingga sekarang pun bunda masih bersahabat dengan sesama teman kuliah bunda dulu. Dari kita masih gadis, sama-sama menikah, hingga sekarang setelah kita beranak pinak :) meski setelah lulus kuliah kita berpencar-pencar dan terpisah lama, tetep aja yang namanya udah 'soul mate' dengan sahabat, pastilah kita akan saling mencari keberadaan sahabat kita itu.

Menurut bunda bersahabat itu harusnya tidak lebih dari dua orang (paling banyak), soalnya kalau udah banyakan gitu bukan lagi bersahabat tapi arisan ... Hehehe .... Dan pengertian 'curhat' dengan sahabat yang banyakan sudah tidak lagi tepat, karena bukan lagi 'heart to heart' tapi melainkan menjadi ajang ngerumpi ..... :) karena semakin banyak teman yang terlibat biasanya semakin complicated urusannya.
Tapi kembali lagi kepada pribadi masing-masing, setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya masing-masing mengenai arti persahabatan bagi dirinya. Kalau ditanya, menurut bunda, kriteria sahabat seperti apa sih yang bisa menjadi sahabat bunda ??,
Dapat dipercaya => tidak 'ember' menceritakan segala rahasia dan keburukkan kita kepada orang lain.
Pengertian => bisa mengerti dan menerima segala kekurangan dan kelebihan pada diri kita.
Menerima kita apa adanya => baik fisik maupun non fisik, tidak mengambil keuntungan dari status sosial kita, dsbnya untuk kepentingan pribadinya.
Jujur => tidak sebagai 'ass' -asal sahabat senang - jujur menyampaikan pendapatnya yang obyektif dan dapat diandalkan sebagai konsultan pribadi yang bisa mengarahkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Setia => menemani kita dalam keadaan susah maupun senang, tidak mau enaknya aja.
Tulus => tidak menuntut hal yang sama seperti yang telah dia berikan kepada sahabatnya, seperti waktu dan tenaga, dsbnya.
Ikhlas => menjadi 'tong sampah' bagi segala unek-unek sahabatnya, tanpa pernah merasa atau paling tidak melihatkan rasa bosan dan letih.
Penyayang => siap dijadikan 'bantalan' ketika kita sedih dan sebagai pelindung ketika kita merasa sendiri.
Tidak iri => merasa tidak mau kalah dalam hal apapun dengan sahabatnya sendiri.
Menjadi pendengar yang baik => siap kapan saja memberikan waktunya jika si sahabat membutuhkannya sebagai pendengar untuk segala curhat dan cerita-cerita sahabatnya.

Nah itu kriteria sahabat yang sekali lagi menurut bunda lohhhh .... Bisa saja orang lain memiliki kriteria yang berbeda dalam mengartikan sahabat bagi dirinya. Bagaimanapun seorang sahabat tetaplah seorang manusia yang tidak sempurna ... Sama seperti diri kita sendiri. Tapi hendaknya sebagai seorang sahabat, kita bisa berusaha menjadi sahabat yang baik bagi sahabat kita sendiri, paling tidak mendekati kriteria diatas. Jangan sampai ada lagi ungkapan : "pagar makan tanaman", "temen kok makan temen", " sahabat kok makan sahabat" dan .... Jeruk kok makan jerukkk .... Lohhh ?? Gak nyambung ya .... Hehehehe ....

Tapi usahakan, sebisa mungkin bersahabat dengan gender yang sama, selain lebih leluasa menceritakan segala hal, biasanya banyak pengalaman yang terjadi, jika persahabatan itu dilakukan oleh gender yang berbeda, yang akhirnya berbuntut dengan asmara. Bagi yang sudah menonton film "when harry met sally ..." pastilah tau bahwa tidak ada persahabatan yang murni jika itu dilakukan oleh seorang pria dan wanita. Dalam versi film indo-nya bisa kita lihat dalam film 'heart'. Ketika nirina zubir bersahabat sejak kecil dengan irwansyah, dan kemudian ketika mereka sama-sama dewasa, ketika si sahabat jatuh cinta kepada acha septiasa, si nirina baru menyadari bahwa selama ini dia telah jatuh cinta kepada sehabatnya sendiri .... See ??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar